Diseminasi Magang Kelas Bakery Kegiatan Teaching Factory SMKN 1 Trenggalek


Workshop Diseminasi Magang Kelas Bakery Kegiatan Teaching Facktory di SMKN 1 Trenggalek dilaksanakan pada tanggal 10-12 Oktober 2019. Acara tersebut dilaksanakan di gedung praktikum Program Keahlian Teknik Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) kegiatan tersebut diikuti oleh bapak ibu guru program keahliahan APHP.

Kadang-kadang guru ragu-ragu dalam mentransfer ilmu kepada siswa karena belum melihat dan melakukan yang sebenarnya terjadi di lapangan, maka dari itu SMKN 1 Trenggalek mengadakan Workshop Diseminasi Magang Kelas Bakery untuk memfasilitasi guru dalam proses pengerjaan kompetensi yang diinginkan, sehingga membuat guru bertambah wawasanya dan leluasa, percaya diri, mudah dalam mengambil keputusan dalam mengajar. Mudah dalam penyampaian materi, terampil dalam menyelesaikan kompetensi, tidak perlu menghayal lagi. Tidak perlu mengira-ngira lagi karena sudah fakta yang disampaikan kepada peserta didik. Peserta didik pun merasa senang dan mudah menyerap ilmu dan keterampilan dari guru yang punya pengetahuan, punya wawasan serta terampil dengan kompetensi yang diajarkan. Magang guru juga dapat menambah wawasan guru produktif SMK untuk merintis pengembangan teaching factory. Pelaksanaan teaching factory dapat meningkatkan kompetensi dan jiwa kewirausahaan siswa di sekolah.

Teaching factory merupakan model pembelajaran dimana siswa secara langsung melakukan kegiatan produksi, baik berupa barang atau jasa di dalam lingkungan pendidikan sekolah. Barang atau jasa yang dihasilkan memilki kualitas sehingga layak jual dan diterima oleh masyarakat atau konsumen. Teaching factory di SMK bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang profesional di bidangnya, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui wahana belajar sambil berbuat (learning by doing). Pembelajaran dengan pendekatan ini akan menumbuhkan jiwa entrepreneurship bagi siswa. Selain bertujuan untuk meningkatkan kompetensi siswa, barang dan jasa yang dihasilkan dari kegiatan teaching factory juga harus dapat diterima oleh masyarakat atau konsumen. Produk maupun jasa yang dihasilkan harus memiliki kriteria yang layak jual sehingga dapat menghasilkan nilai tambah untuk sekolah. Keuntungan yang didapatkan dipergunakan untuk menambah sumber pendapatan untuk membiayai kegiatan pembelajaran di sekolah. Dengan adanya teaching factory membuat sekolah akan lebih maju.

 

, ,