{"id":1852,"date":"2019-07-10T13:59:03","date_gmt":"2019-07-10T06:59:03","guid":{"rendered":"http:\/\/www.smkn1trenggalek.net\/?p=1852"},"modified":"2019-07-10T13:59:03","modified_gmt":"2019-07-10T06:59:03","slug":"sosialisasi-pembelajaran-teaching-factory-smk-negeri-1-trenggalek","status":"publish","type":"post","link":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/2019\/07\/10\/sosialisasi-pembelajaran-teaching-factory-smk-negeri-1-trenggalek\/","title":{"rendered":"SOSIALISASI PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY SMK NEGERI 1 TRENGGALEK"},"content":{"rendered":"<p><a href=\"http:\/\/www.smkn1trenggalek.net\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_080727.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1853\" src=\"http:\/\/www.smkn1trenggalek.net\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_080727-300x138.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"138\" srcset=\"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_080727-300x138.jpeg 300w, http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_080727-768x354.jpeg 768w, http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_080727-1024x472.jpeg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><a href=\"http:\/\/www.smkn1trenggalek.net\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_091047.jpeg\"><img loading=\"lazy\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1854\" src=\"http:\/\/www.smkn1trenggalek.net\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_091047-300x138.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"138\" srcset=\"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_091047-300x138.jpeg 300w, http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_091047-768x354.jpeg 768w, http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/wp-content\/uploads\/2019\/07\/20190710_091047-1024x472.jpeg 1024w\" sizes=\"(max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/a><\/p>\n<p>Teaching Factory atau dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2015 tentang Pengembangan Sumber Daya Industri dijelaskan sebagai berikut: \u201cpabrik dalam sekolah (teaching factory) adalah sarana produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk sesuai dengan kondisi nyata di Dunia Usaha\/Dunia Industri (DUDI) dan tidak berorientasi mencari keuntungan\u201d. Sedangkan dalam Grand Design TeFa SMK di definisikan sebagai \u201csuatu konsep pembelajaran di SMK berbasis produksi (barang\/jasa) yang mengacu kepada standar dan prosedur yang berlaku di DUDI serta dilaksanakan dalam suasana seperti di lingkungan DUDI\u201d, dalam pelaksanaannya menuntut kemitraan pihak DUDI serta dukungan Pemerintah Daerah, orang tua murid, masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya.<\/p>\n<p>Sebagai akibat diterapkannya pembelajaran berbasis produksi model TeFa, maka suasana SMK akan berubah bukan saja lingkungannya yang harus dikondisikan seperti di DUDI, namun ekosistem dan atmosfir sekolah juga harus berubah seperti keadaan di DUDI. Di luar kegiatan pembelajaran, sekolah akan disibukkan dengan kegiatan peserta didik yang melakukan kegiatan proses produksi baik membuat barang dan atau melakukan layanan jasa terhadap masyarakat yang merupakan prinsip dasar pembelajaran model TeFa. Ekosistem sekolah akan berkembang menjadi semakin besar seiring dengan banyaknya entitas yang beraktivitas dan berinteraksi dan pada akhirnya terjadi evolusi perubahan fungsi dari sekadar institusi pendidikan menjadi institusi yang juga menangani layanan masyarakat khususnya dalam kaitan dengan pemanfaatan produk TeFa.<\/p>\n<p>Pentingnya penyediaan sumberdaya manusia (SDM) yang terampil dan siap kerja diwujudkan pemerintah melalui kebijakan peningkatan mutu pendidikan kejuruan yang memberi perhatian pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang lebih berorientasi pada permintaan pasar tenaga kerja masyarakat ekonomi ASEAN (MEA), dan mempersiapkan para lulusan dengan pembekalan karakter kewirausahaan (entrepreneurship) yang bersinergi erat dengan industri sebagai mitra utama dalam penerapan Teaching Factory. Pengalaman dari sejumlah industri yang telah bekerja sama dengan beberapa SMK yang telah menerapkan pola pembelajaran seperti Teaching Factory, unit produksi, dan sejenisnya, medapatkan respon positif dari Dunia Usaha\/Dunia Industri (DU\/DI) atas peningkatan kualitas lulusannya.<\/p>\n<p>Hubungan kerjasama antara SMK dengan industri dalam pola pembelajaran Teaching Factory akan berdampak positif untuk meningkatkan kerjasama (partnership) secara sistematis dan terencana didasarkan pada posisi win-win solution. Penerapan pola pembelajaran Teaching Factory merupakan sinkronisasi dunia pendidikan kejuruan dengan dunia industri, sehingga terjadi check and balance terhadap proses pendidikan pada SMK untuk menjaga dan memelihara keselarasan (link and match) dengan kebutuhan pasar kerja.<\/p>\n<p>Kualitas guru pada kompetensi keahlian di SMK, saat ini menjadi trending topic permasalahan yang belum menemukan jalan keluarnya, dimana mayoritas dari mereka masih kurang memiliki pengalaman kerja industri yang memadai. Melalui pembelajaran pola Teaching Factory yang hakekatnya memboyong sistem industry sebagai pendekatan pembelajaran di SMK diharapkan terjadi transfer teknologi dari industry, yang pada gilirannya kualitas guru akan meningkat. SMK Negeri 1 Trenggalek akan menerapkan pembelajaran Teaching Factory pada seluruh Kompetensi Keahlian yang ada<\/p>\n<p>Pola pembelajaran Teaching Factory dirancang berbasis produksi barang\/jasa dengan mengadopsi dan mengadaptasi standar mutu dan prosedur kerja industri, akan memberi pengalaman pembelajaran kompetensi tambahan terutama soft skill seperti etos kerja disiplin, jujur, bertanggungjawab, kreatif- inovatif, karakter kewirausahaan, bekerjasama, berkompetisi secara cerdas dan sebagainya. Kompetensi tersebut sangat sulit diperoleh melalui pendidikan kejuruan yang diselenggarakan secara konvensional, yang pada pembelajarannya hanya dilaksanakan sampai pada pencapaian kompetensi keahlian sebagai hard skill.<\/p>\n<p>Tujuan Teaching Factory adalah sebagai berikut:<\/p>\n<ol>\n<li>Membekali lulusan SMK agar siap kerja dan menjadi pelaku wirausaha;<\/li>\n<li>Menumbuhkembangkan kreativitas siswa dalam menghasilkan produk dan atau layanan jasa sesuai dengan kompetensinya;<\/li>\n<li>Membekalkan keterampilan sesuai yang dibutuhkan dalam dunia kerja;<\/li>\n<li>Memperluas cakupan peluang kerja bagi lulusan SMK;<\/li>\n<li>Memfasilitasi siswa memulai usaha (star up) secara mandiri dan atau berkelompok sesuai dengan kompetensi keahliannya;<\/li>\n<li>Menanamkan etos dan budaya kerja DUDI<\/li>\n<\/ol>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teaching Factory atau dalam Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2015 tentang Pengembangan Sumber Daya Industri dijelaskan sebagai berikut: \u201cpabrik dalam sekolah (teaching factory) adalah sarana produksi yang dioperasikan berdasarkan prosedur dan standar bekerja yang sesungguhnya untuk menghasilkan produk sesuai dengan kondisi nyata di Dunia Usaha\/Dunia Industri (DUDI) dan tidak berorientasi mencari keuntungan\u201d. Sedangkan dalam Grand [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2316,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":[],"categories":[3],"tags":[],"_links":{"self":[{"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852"}],"collection":[{"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2316"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1852"}],"version-history":[{"count":1,"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1855,"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1852\/revisions\/1855"}],"wp:attachment":[{"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1852"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1852"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"http:\/\/smkn1-trenggalek.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1852"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}